S I S T I M A T I K A P E L A T I
H A N
MAENPO MARGALUYU
Maenpo Margaluyu tidak mengenal tingkatan
dalam olah jurusnya, dan tidak mengenal istilah guru besar. Senioritas secara otomatis
akan terbentuk sendiri sesuai dengan pengalaman masing dalam implementasi
sehari-hari. Dengan demikian tidak akan terjadi jarak antara pelatih dengan
yang dilatih.
Pelatihan jurus-jurus Maenpo Margaluyu
dilakukan secara privat/individu tidak dilakukan secara massal, karena diyakini
bahwa kualitas optimal dapat diperoleh, sehingga kelak dikemudian hari pakem
tata gerak jurus jurus Maenpo Margaluyu tetap terjaga kelestarianya. Tata gerak
Jurus-jurus Maenpo Margaluyu dibagi tiga bagian:
Jurus Halusan dan Jurus Tikahan
Bersifat jurus wajib ditempuh
Pelatihan jurus wajib meliputi pelajaran
dasar Maenpo Margaluyu merupakan gerakan dasar yang harus dikuasai penghayat
Maenpo Margaluyu. Gerakan dasar terdiri atas 5 (lima) bagian, yaitu: (1) 10 Jurus
Halusan dan 5 jurus Tikahan (2)
Pancer, (3) Tangtungan, (4)
Pasangan/ Sambutan, (5) Susun Tempel. Nama-nama Jurus Halusan dan Tikahan:
Jurus 1 (Keupeul) - Jurus 10.2 (Tikahan 1)
Jurus 2 (Teundeut) - Jurus 4.3 (Tikahan 2)
Jurus
3 (Jeblag) - Jurus 5.8 (Tikahan
3)
Jurus
4 (Beset) - Jurus 7.6 (Tikahan 4)
Jurus
5 (Giles) - Jurus
9.6 (Tikahan 5)
Jurus
6 (Tamplok)
Jurus
7 (Leliwatan)
Jurus
8 (Colok)
Jurus
9 (Patahan)
Jurus
10 (Angkat/Seuseup)
Harkatan dilaksanakan setelah peserta
pelatihan menyelesaikan jurus Halusan, diakhiri dengan jurus Tikahan yang
merupakan penggabungan jurus Halusan. Harkatan itu sendiri hanya dilakukan satu
kali saja, karena semua jurus Halusan merupakan ibu atau induk dari semua jurus
jurus Maenpo Margaluyu. Harkatan atau wisuda bukanlah proses pemindahan ataupun
transfer energi ataupun pengisian energi, karena keilmuan Maepo Margaluyu bukan
berbasis pada ilmu ilmu hikmah yang dikenal saat ini. Harkatan itu sendiri
adalah memohon kepada Allah SWT agar semua jurus jurus Maenpo Margaluyu dapat
digunakan secara optimal dalam membela diri dan atau melindungi/menolong sesama
umat.
Jurus Mahdi/Pancer dan Jurus Sahbandar
bersifat pilihan dalam
arti tidak wajib tempuh
Pelatihan jurus Mahdi/Pancer dan jurus
Sahbandar hanya diberikan kepada mereka yang sudah diharkat, karena sifatnya
bukan jurus wajib, maka sistimatikanya bisa dilakukan kapan saja. Pelatihan
jurus-jurus Mahdi/Pancer dan Sahbandar dimaksudkan untuk melatih olah rasa bagi
penghayat Maenpo Margaluyu, agar yang bersangkutan dapat merasakan alir energi
dari setiap jurus yang dipelajari, sehingga
dapat mengatur dan mengendalikan alir energi secara proposional dan
efisien
Jurus Masaka
(Mahdi-Sahbandar-Kari)
Bersifat
khusus
Pelatihan jurus khusus Maenpo Margaluyu
merupakan rangkaian gerakan jurus khusus yang harus dikuasai dan
diimplemntasikan penghayat Maenpo Margaluyu. Jurus Masaka dan Payung Rosul
dilatihkan sesuai dengan performance yang bersangkutan dalam
kesempurnaan tata gerak jurus jurus yang telah ditempuh. Pelatihan jurus Payung Rosul terbuka bagi
siapa saja yang merasa telah siap secara mental dan fisik untuk mengikuti
pelatihan jurus Payung Rasul. Pelatihan jurus Payung Rasul bersifat individu/perorangan,
Demikian Sistimatika Pelatihan Maenpo Margaluyu merupakan dokumen terkendali,
bersifat flexible yang bisa diupdate/disempurnakan untuk disesuaikan dengan
perkembangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar